Jumat, 21 Februari 2014

Slipped Away | Avril Lavigne

Na na, na na na na na

I miss you
Aku merindumu
Miss you so bad
Sangat merindukanmu
I don't forget you
Tak bisa kulupakan dirimu
Oh it's so sad
Oh, betapa sedihnya

PRE-CHORUS
I hope you can hear me
Kuharap kau bisa mendengarku
I remember it clearly
Masih jelas kuingat

CHORUS
The day you slipped away
Hari kematianmu
Was the day I found it won't be the same
Adalah hari dimana kudapati semua takkan sama lagi
Oh

Na na, na na na na na

I didn't get around to kiss you goodbye on the hand
Aku tak di dekatmu dan berikan ciuman perpisahan
I wish that I could see you againAndai aku bisa bertemu denganmu lagi
I know that I can't, oooh
Aku tahu itu tak mungkin

PRE-CHORUS
CHORUS

I've had my wake up
Aku tlah terjaga
Won't you wake up
Apakah kau takkan bangun
I keep asking why?
Aku terus bertanya mengapa?
(I keep asking why)
(Aku terus bertanya mengapa?)
And I can't take it
Dan tak bisa kucari jawabnya
It wasn't fake, it
Ini memang nyata
It happened you passed by
Semua terjadi, kau tlah tiada

(2x)
Now you're gone, now you're gone
Kini kau tlah pergi
There you go, there you go
Kau pun pergi
Somewhere I can't bring you back
Ke suatu tempat dimana tak bisa kubawa kau kembali

CHORUS (2x)

Na na, na na na na na

I miss you
Aku merindumu

If This Was A Movie | Taylor Swift

Last night I heard my own heart beating
Kemarin malam kudengar detak jantungku sendiri
Sounded like footsteps on my stairs
Terdengar seperti langkah kaki di tangga
Six months gone and I'm still reaching
Enam bulan tlah berlalu dan aku masih menunggu
Even though I know you're not there
Meskipun kutahu kau tak ada
I was playing back a thousand memories baby
Kuputar ulang ribuan kenangan kita kasih
Thinkin bout everything we've been through
Terpikirkan segala yang tlah kita lewati
Maybe I've been going back too much lately
Mungkin aku terlalu banyak merenung akhir-akhir ini
When time stood still and I had you
Ketika waktu berhenti berputar dan ku miliki dirimu

CHORUS
Come back come back come back to me here
Kembalilah kepadaku di sini
Like you would you would if this was a movie
Seperti yang akan kau lakukan jika ini adalah film
Stand in the rain outside til I came out
Berdiri di bawah hujan hingga aku keluar
Come back come back come back here
Kembalilah ke sini
Like you could you could if you just said you're sorry
Seperti yang bisa kau lakukan jika kau ingin bilang maaf
I know that we could work it out somehow
Kutahu kita bisa selesaikan ini
But if this was a movie, you'd be here by now
Namun jika ini film, saat ini kau berada di sini

I know people change and these things happen
Aku tahu manusia berubah dan semua ini terjadi
But I remember how it was back then
Namun aku ingat masa lalu
Wrapped up in your arms and our friends are laughing
Tenggelam dalam pelukanmu dan teman-teman kita tertawa
Cause nothing like this ever happened to them
Karena mereka tak pernah merasakannya
Now I'm pacing down the hall
Kini kususuri gedung ini
chasing down your street
Telusuri jalan yang kau lalui
Flashback to a night when you said to me
Teringat suatu malam saat kau bilang padaku
Nothing's gonna change not for me and you
Takkan ada yang berubah, aku atau pun dirimu
Not before I knew how much I had to lose
Sebelum kutahu betapa banyak kehilanganku

CHORUS

If you're out there, if you're somewhere, if you're moving on
Jika kau di luar sana, jika kau di suatu tempat, jika kau sedang melangkah
I'd be waiting for you ever since you've been gone
Aku menunggumu sejak kau pergi
I just want it back the way it was before
Aku hanya ingin semua kembali seperti dulu
And I just wanna see you back at my front door
Dan aku hanya ingin melihatmu lagi di pintu rumahku
And I'd say
Dan aku kan berkata

Come back come back come back to me here
Kembalilah kepadaku di sini
Like you would before you said it's not that easy
Seperti yang akan kaulakukan sebelum kau berkata tak semudah itu
Before the fight, before I left you out
Sebelum pertengkaran kita, sebelum kutinggalkan dirimu
But I'd take it all back now
Namun kini 'kan kucabut semua perkataanku dulu

CHORUS

You'd be here by now
Kau 'kan di sini saat ini
It's not the kind of ending you wanna see now
Ini bukan akhir cerita yang ingin kau lihat
Baby what about the ending
Kasih, bagaimana akhir cerita ini
Oh I thought you'd be here by now oh ohh ohh ohh
Oh kukira engkau kan di sini saat ini
That you'd be here by now
Bahwa kau kan di sini saat ini

Stay Stay Stay | Taylor Swift

I'm pretty sure we almost broke up last night

Aku sangat yakin kita hampir putus tadi malam
I threw my phone across the room at you
Kulemparkan telponku ke arahmu

I was expecting some dramatic turn away but you stayed
Kukira kau kan pergi secara dramatis tapi kau tak pergi

This morning I said we should talk about it
Pagi ini kukatakan kita harus membicarakannya

Cause I read you should never leave a file unresolved
Karena pernah kubaca agar jangan pernah tinggalkan masalah tak terselesaikan

That's when you came in wearing a football helmet
Saat itulah kau datang memakai helm football

And said okay let's talk
Dan bilang baiklah, mari bicara

And I said...
Dan kubilang...


CHORUS
Stay stay stay I've been loving you for quite some time time time
Jangan pergi, aku tlah mencintaimu sekian lama

You think that it's funny when I'm mad mad mad
Kau pikir lucu saat aku marah

But I think that it's best if we both stay
Tapi kupikir yang terbaik adalah kita berdua tak pergi


Before you I only dated self indulgent takes 
Sebelum denganmu, aku hanya bersenang-senang

who took all of their problems out on me
Bersama mereka yang bisa ringankan masalahku

But you carrying my groceries and now I'm always laughing
Tapi kau membawakan belanjaan dan kini aku selalu tertawa

And I love you because you have given me no choice but to
Dan aku mencintaimu karena kau tak memberiku pilihan lain


CHORUS

You took the time to memorize me my feels my hopes and dreams
Kau butuh waktu tuk menghafalku, perasaanku, harapanku, dan mimpiku

I just like hanging out with you all the time
Aku hanya senang bersamamu setiap saat

All those times that you didn't leave it's been occuring to me
Semua waktu dimana kau tak pergi, tlah menyadarkanku

I'd like to hang out with you for my whole life
Aku ingin bersamamu seumur hidupku


Stay and I'll be loving you for quite some time
Jangan pergi dan aku kan mencintaimu selamanya

No one else is gonna love me when I get mad mad mad
Orang lain tak ada yang akan mencintaiku saat aku marah

So I think that it's best if we both stay stay stay stay
Jadi kupikir yang terbaik adalah kita berdua tak pergi


CHORUS (2x)

Kamis, 20 Februari 2014

Tradisi Masyarakat Surabaya

Tradisi Megengan

tradisi magengan


Dimulai dari tempat Tinggal Penulis. Di Surabaya, menjelang Ramadhan ada tradisi yang disebut ‘Megengan’. Konon, tradisi ini dimulai dari kawasan Ampel, di sekitar Masjid Ampel, Surabaya. ‘Megengan’ ditandai dengan makan apem, semacam serabi tebal berdiameter sekitar 15 senti, dibuat dari tepung beras. Apemnya nyaris tawar, seperti kue mangkok yang dipakai warga keturunan Tionghoa untuk sembahyangan menjelang Imlek.

Diduga nama apem atau apam berasal dari kata afwan dalam bahasa Arab yang berarti maaf. Tradisi makan apem ini untuk memaknai permintaan maaf kepada sesama saudara, kerabat, dan teman. Sebetulnya, yang terjadi bukanlah sekadar tradisi makan apem, melainkan melaksanakan selamatan atau tahlilan dengan hidangan apem dan pisang raja untuk mendoakan arwah saudara dan kerabat yang telah meninggal, sekaligus minta maaf. Setelah tahlilan, apem dan pisang dibagikan kepada semua keluarga dan tetangga.

Tradisi 'Megengan' Juga ada yang menyebutnya dalam bahasa Jawa disebut 'nyekar' biasanya saat warga mendekati puasa Ramadhan. Ribuan peziarah pergi, tiba untuk mengirim doa kepada keluarga dan kerabat mayat dapat diterima dan diampuni dosa-dosanya dan diterima di Allah SWT.
"Mengunjungi atau ziarah ke makam orang tua sebagai anak yang berbakti dan keturunan cucu. Karena ada pepatah, amal yang tidak terputus bahkan jika anak tersebut sudah mati adalah doa kepada orang tuanya, "
Masyarakat Jawa masih percaya doa-doa yang disampaikan pada Tradisi 'Megengan' atau 'nyekar' Tuhan Yang Maha Kuasa akan diberikan. Doa yang ditawarkan doa untuk leluhur yang telah meninggal dan untuk keselamatan anak-anak dan keturunan selanjutnya hidup di dunia dan akhirat.

Jumat, 14 Februari 2014

Asal Usul Kota Surabaya

Kota kedua terbesar di Indonesia sekaligus sebagai Ibu kota Jawa Timur yang kita sebut sebagai kota Surabaya. Kota ini memiliki nama “Kota Pahlawan”. Surabaya diambil dari simbol ikansura atau hiu (selamat) dan buaya (bahaya). Simbol Surabaya itu sendiri memiliki Cerita mitos, bagaimana cerita tersebut ?? berikut ini cerita asal usul kota Surabaya
asal usul kota surabaya

* * * Asal Usul Kota Surabaya ***

Dahulu, hiduplah seekor baya atau buaya dan seekor sura (hiu) yang saling bermusuhan. Kedua hewan yang sama-sama ganas, kuat, dan tangkas tersebut hampir setiap waktu berkelahi, tetapi tidak ada yang kalah maupun menang. Meskipun perilaku kedua binatang buas sebenarnya mengganggu ketenteraman, namun tak satu pun hewan yang berani menghentikan pertikaian mereka. Pada suatu hari, si Baya dan si Sura (julukan buaya dan hiu) merasa bosan karena mereka terus-terusan berkelahi. Dan akhirnya mereka bersepakat untuk berdamai.
Setelah keduanya berdamai, Lalu mereka mengambil keputusan untuk membagi kekuasaan. “Aku sepenuhnya berkuasa di dalam air. Semua mangsa yang ada di dalam air menjadi bagianku. Sementara kamu sepenuhnya berkuasa di daratan. Jadi, mangsamu hanya yang berada di daratan,” usul Sura. Mendengar usul Si Sura, Si Baya pun setuju.
Sejak itulah, si Baya dan si Sura tidak pernah lagi berkelahi. Binatang-binatang lain yang ada di sekitar mereka pun hidup tenteram dan damai. Namun, kedamaian itu tidak berlangsung lama. Gara-garanya adalah Si Sura beberapa kali mencari mangsa di sungai, bukan di laut. Suatu hari, ketika si Sura mencari mangsa di sungai, si Baya akhirnya memergokinya. Tentu saja si Baya marah sekali melihat perilaku Si Sura.
“Siapa yang melanggar perjanjian? Hai, Baya, apakah kamu ingat isi perjanjian kita dulu bahwa akulah yang berkuasa di wilayah air? Bukankah sungai ini juga ada airnya?” kata si Sura.
Mendengar pernyataan si Sura, si Baya menjadi kesal dan bersikeras untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya.
Karena merasa tertipu, si Baya membatalkan perjanjian tersebut dan menantang si Sura untuk saling mengadu kekuatan. Akhirnya, pertarungan sengit pun terjadi kembali antara kedua binatang itu. Mereka bertarung mati-matian untuk mempertahankan wilayah mereka. Terkaman dan gigitan dalam pertarungan tersebut terus terjadi, luka di antara kedua binatang itu pun telah keluar. Air sungai yang semula jernih pun langsung berubah menjadi merah akibat darah yang keluar dari luka mereka. Dan pada detik – detik terakhir si Baya terus berupaya melakukan perlawanan. Usahanya tidak sia-sia dan ia berhasil menggigit ekor si Sura hingga hampir terputus. Si Sura pun menjerit kesakitan lalu melarikan diri menuju lautan.
Si Baya merasa bahagia karena berhasil mempertahankan wilayah kekuasaannya. Untuk mengenang peristiwa tersebut, masyarakat setempat memberi daerah tersebut nama “Surabaya”, yaitu diambil dari gabungan kata Sura dan Baya. Oleh pemerintah setempat, ikan Sura dan Buaya dijadikan lambang kota Surabaya dan cerita tersebut menjadi cerita rakyat Surabaya hingga kini.

Kamis, 13 Februari 2014

Tempat Wisata Kota Surabaya

Macam-macam Tempat Wisata di Surabaya

Kota Surabaya yang kerap kali kita sebut sebagai kota pahlawan ternyata memiliki beberapa tempat wisata menarik yang akhirnya menobatkan kota tersebut sebagai salah satu dari beberapa daerah wisata terbaik di provinsi Jawa Timur. Beberapa tempat wisata di Surabaya memang sering menjadi buah bibir para wisatawan karena keindahan dan kesan yang ditimbulkan setelah mengunjunginya. Oleh karena itu, jika kita ke Ibukota provinsi Jawa Timur ini, maka kita tidak akan menemukan habisnya atau merosotnya angka jumlah wisatawan yang berkunjung kesana karena jumlah wisatawan yang merasa kagum dengan kota yang satu ini memang tidak pernah ada habisnya. Pada tulisan kali ini hanya akan diangkat 4 tempat wisata saja yang ada di Surabaya.
tempat wisata di surabaya

Dari beberapa tempat tujuan wisata yang ada di Surabaya, semua tempat wisata itu memiliki jenis tersendiri. Adapun jenis atau varian tempat wisata yang ada tidak lain adalah tempat wisata alam, wisata kuliner, wisata edukasi, wisata sejarah, dan juga wisata anak-anak.

Beberapa tempat wisata di surabaya antara lain biasa dijabarkan sebagai berikut:

  1. Jembatan Suramadu Sebagaimana yang diketahui bahwa Suramadu adalah nama jembatan yang menghubungkan antara kota Surabaya dan Pulau Madura. Jembatan ini masuk ke dalam daftar tempat wisata di Surabaya lantaran pemandangan di sekitar jembatan ini adalah hamparan laut yang cantik. Beberapa wisatawan memang sengaja melintasi jembatan terpanjang ketiga di Asia Tenggara ini lantaran ingin melihat pemandangan selat Madura yang memukau. Adapun tarif yang dikenakan untuk melintasi jembatan sepanjang 5438 meter ini sebesar 30.000 rupiah untuk mobil dan 3000 rupiah untuk sepeda motor.
  2. Monumen Kapal Selam Monumen ini merupakan museum kapal selam KRI Pasopati 410 yang tidak lain adalah kendaraan laut milik TNI-AL buatan tahun 1952. Lokasi tempat wisata sejarah yang satu ini terletak di tepian Kali Mas tepatnya di Embong Kaliasin atau di sebelah Plasa Surabaya. Tempat wisata ini  sangat cocok untuk studi tour anak-anak, karena akan menambah wawasan sejarah untuk anak. Menarik, bukan?
  3. House of Sampoerna Masih berkutat di ulasan seputar wisata sejarah di Surabaya. Setelah ada monumen kapal selam, tempat tujuan wisata selanjutnya adalah House of Sampoerna yang merupakan salah satu museum milik Indonesia. Uniknya, museum yang satu ini berisi tentang sejarah rokok di Indonesia. Bangunan sejarah yang terletak di kawasan jalan Taman Sampoerna nomor 6 ini akan terlihat layaknya gedung Romawi berpilar 4 berbentuk rokok. Bangunan yang dibangun pada tahun 1862 ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi karena di dalamnya kita akan belajar tentang bagaimana cara memilih cengkeh berkualitas, cara mencampur bahan, hingga pada cara bagaimana kita mengepak rokok. Namun ini hanya untuk wisata sejarah ya, supaya anak-anak tahu sejarah adanya rokok. Yang paling penting Anda jangan pernah mengizinkan anak Anda untuk merokok. Jadi sebelum kesana Anda harus memahamkan terlebih dahulu kepada Anak Anda bahwa ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuannya.
  4. Wisata Hutan Mangrove Dari wisata sejarah, kini kita beralih ke wisata alam di garis timur pantai, tepatnya kecamatan Rungkut, Wonoreko, Surabaya. Di daerah ini terdapat wisata hutan Mangrove atau hutan Bakau. Selain digunakan sebagai daerah tujuan wisata, kawasan ini juga digunakan sebagai pelestarian alam hayati.

Jumat, 24 Januari 2014

Gedung Nasional Surabaya

Gedung Nasional Indonesia Surabaya

 

Gedung Nasional Indonesia lokasinya berada di Jl. Bubutan 87, Surabaya, tidak jauh dari Stasiun Pasar Turi dan Tugu Pahlawan. Gedung yang bersejarah ini terletak tepat di tepi jalan, berpagar jeruji besi setinggi kepala orang dewasa. Tidak terlihat ada penjaga ketika kami masuk ke dalam kompleks Gedung Nasional Indonesia ini. Di bagian depan terdapat Patung Dr. Soetomo, berdiri menghadap jalan memunggungi gedung dengan sebuah pendopo yang luas.

Gedung Nasional Indonesia dilihat dari samping depan, dengan patung Dr. Soetomo. Beberapa pohon palem tampak menghias halaman gedung yang masih kelihatan terawat baik itu.

gedung nasional indonesia

Sebuah tengara Gedung Nasional Indonesia di bawah patung Dr. Soetomo, berbunyi “Senantiasa berjuang kemuka jurusan kita, dengan tiada memperdulikan sendirian dan cela, bahkan tiada menyesali kehilangan dan keluarganya yang harus menderita dari barang-barang yang menyenangkan hidup kita sendiri”, diambil dari kutipan kata-katanya pada 11 Juli 1925.
Soetomo lahir di Desa Ngepeh, Nganjuk, pada 30 Juli 1888 dari pasangan Raden Soewadji dan Raden Ayu Soedarmi. Sejak kecil Soetomo diasuh oleh nenek dan kakeknya di Ngepeh, karena ayahnya bekerja sebagai pegawai negeri di Jombang didampingi ibunya.
Namun karena dimanja kakek neneknya, Soetomo baru mau bersekolah di Bangil, Pasuruan, ketika berusia 8 tahun setelah berhasil dibujuk dan ikut bersama Raden Hardjodipuro, pamannya. Di sekolah dasar Soetomo selalu berada di peringkat teratas, lulus pada 1902, dan setahun kemudian masuk Stovia (Sekolah Kedokteran) di Jakarta.

gedung nasional indonesia

Tugu tengara di bagian kanan halaman Gedung Nasional Indonesia yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, berbunyi “Semenjak berdirinya pada zaman Belanda gedung ini menjadi pusat pergerakan nasional. Pada 25-27 Agustus 1945 Komite Nasional Indonesia dan BKR dibentuk di gedung ini. Juga digunakan untuk mempersiapkan Rapat Samodra bersejarah menentang larangan Kenpeitai di Tambaksari 21 September 1945.”

gedung nasional indonesia

Tengara lain yang cukup menarik di Gedung Nasional Indonesia yang berbunyi ‘Batoe Pertama dari Pagar “Gedong Nasional Indonesia” terpasang oleh Kaoem Istri Indonesia pada 13 Juli 1930. Peringetan ini terpasang oleh Dames Congressisten P.P.I.I. pada 13 December 1930′

gedung nasional indonesia

Tengara di dalam ruang pendopo Gedung Nasional Indonesia, ditulis dengan ejaan lama, berbunyi “Kami Bangsa Indonesia sadar, bahwa para Pahlawan telah menjumbangkan bagiannja jang njata pada tertjapainja kemerdekaan nusa dan bangsa. Maka atas djasa para pahlawan itu Bangsa Indonesia dengan penuh chidmat dan hormat mempersembahkan suatu bangunan sebagai tanda terima kasih dan penghargaan jang setinggi-tingginja. Djakarta 17 Agustus 1964, atas nama Bangsa Indonesia, Pemimpin Besar Revolusi, Soekarno’

gedung nasional indonesia

Tengara di sebelah tengara Gedung Nasional Indonesia sebelumnya, berbunyi “Gedung Nasional Indonesia (1934). Tempat pusat pergerakan nasional Partai Indonesia Raya (Parindra) dibawah pimpinan dr. Soetomno, tempat pembentukan Komisi Nasional Indonesia (KNI) dan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Propinsi Jawa Timur, Karesidenan dan Kota Surabaya, serta pembentukan Pemuda Putri Republik Indonesia (PPRI) dan salah satu lokasi terjadinya pertempuran 10 November 1945 antara Arek-arek Suroboyo dan tentara Sekutu”
Pada 20 Mei 1908, dr. Soetomo mendirikan Boedi Oetomo bersama dengan dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Radjiman Wedyodiningrat, dr. Soeradji Tirtonegoro, dr. M Soelaiman, dr. R Tirtokusumo, dr. M Goembrek, dr. Angka Prodjosoedirdjo, dr. Moch Saleh, dr. Gunawan Mangunkusumo, dr. Cipto Mangunkusumo, dr. M Soewarno dan dr Gondo Soewarno. Ia dipercaya menjadi ketuanya. Tanggal berdirinya Boedi Oetomo ini kemudian ditetapkan pemerintah sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Boedi Oetomo menyelenggarakan Konggres I di Yogyakarta pada 3-5 Oktober 1908. Setahun kemudian anggotanya telah mencapai jumlah 10.000 orang.

gedung nasional indonesia

Pendopo luas Gedung Nasional Indonesia yang ditopang oleh pilar-pilar kayu.
Soetomo menyelesaikan pendidikan kedokterannya pada 1911 dan bertugas berturut-turut di Semarang, Batavia, Lubuk Pakam, Kepanjen Malang, Magetan, Baturaja, dan pada 1917 dipindahkan ke Blora dimana ia menikah dengan Evardina Johanna Broering, seorang perawat berkebangsaan Belanda.
Tahun 1919 dr. Soetomo mendapat tugas belajar di Universitas Amsterdam. Ia pun aktif serta menjadi ketua di Perhimpunan Indonesia. Setelah mendapat Diploma Europeech Aertsen pada 1923, Dr Soetomo bekerja pada Prof. Mendes da Costa di Amsterdam, lalu menjadi asisten Ilmu Dermatologi untuk Prof. Dr. Unma di Hamburg, dan memperdalam penyakit kulit dan kelamin pada Prof. Plaut di Weenen Paris, sebelum akhirnya pulang dan tinggal di Surabaya.
Pada 11 Juli 1924, Dr. Soetomo mendirikan Pandu Bangsa Indonesia (Indonesische Studie Club). PBI dengan Boedi Oetomo kemudian bergabung membentuk Parindra pada 1935, dan pada 15 Mei 1937 diselenggarakan Konggres pertama dimana Dr. Soetomo terpilih sebagai ketuanya.

gedung nasional indonesia

Area Gedung Nasional Indonesia sekaligus menjadi tempat disemayamkannya jenazah Dr. Soetomo, yang wafat pada 30 Mei 1938 dalam usia 50 tahun, setelah menderita sakit sekitar dua tahun. Letak makamnya berada di bagian belakang Gedung Nasional Indonesia.
gedung nasional indonesia

Bendera merah putih di makam Dr. Soetomo. Pemakamannya di area Gedung Nasional Indonesia kabarnya dihadiri ribuan pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepadanya.


Gedung Nasional Indonesia merupakan sebuah tempat bersejarah di Surabaya yang tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan dan peran penting yang disumbangkan Dr. Soetomo dalam pergerakan politik untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Pada 27 Desember 1961, Dr. Soetomo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional melalui SK. Presiden Republik Indonesia No. 657 tahun 1961.